Debu

Pernahkah kalian merasa seperti halnya sama dengan sebutir debu? ingin terbang kesana kemari tanpa tahu arah, terbawa oleh angin. Rasanya, begitulah aku beberapa waktu yang lalu sampai saat ini. mungkin aku terlalu banyak mengeluh, kurang bersyukur atas semua rejeki, karunia yang telah diberikan oleh Allah. Sungguh, aku harus lebih bersyukur dan lebih bersyukur lagi terutama pada kondisiku saat ini. Tapi, apakah aku boleh berkata bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk yang serakah? aku, dengan segala keterbatasan, mencoba untuk memotivasi diri sendiri dan memberikan ke-nyamanan, minimal memberikan jaminan bahwa aku akan baik-baik saja, ya asalkan aku baik-baik saja. Tapi terkadang aku mulai iri, dengan orang yang mempunyai orang  tua lengkap, sehat, memiliki orang yang bisa diandalkan, beberapa orang perhatian dan menjaga. Aku, terkadang terlalu sakit saat harus berpura-pura baik-baik saja, bahkan saat benar-benar sakit. Beberapa kali kukatakan pada diri sendiri, tidak ada toleransi kalau kamu sakit, cepat sembuh atau orang disekitar kita akan semakin menderita, karena sebenarnya mereka tanpa kau tambah beban nya, sudah cukup berat. Akuiri dengan mereka yang masih bisa mengeluh, whining like a baby. Aku iri saat mempunyai pikiran, tidak apa-apa sakit, ada yang menjagamu. Aku hanya sebutir debu.

Komentar

Postingan Populer